Dua barang yang terlihat mirip bisa diperlakukan berbeda oleh customs karena bahan, fungsi atau penggunaannya berbeda. HS Code digunakan untuk mengelompokkan barang dalam perdagangan internasional.
HS Code seperti alamat untuk barang
Nama “spare part” terlalu luas. Spare part kendaraan, mesin industri dan elektronik tidak otomatis memiliki klasifikasi yang sama. Customs membutuhkan klasifikasi yang lebih spesifik.
Apa fungsi HS Code?
- Menentukan klasifikasi barang
- Membantu menentukan duty dan pajak
- Menentukan apakah barang terkena larangan/pembatasan
- Digunakan dalam dokumen dan statistik perdagangan
Berapa digit?
HS internasional memiliki struktur dasar enam digit. Di ASEAN, AHTN memperluas klasifikasi sampai delapan digit. Negara tujuan dapat memiliki digit lanjutan dan aturan tarif sendiri.
Kenapa tidak boleh ditebak?
Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan tarif berbeda, dokumen tidak sesuai atau izin yang seharusnya diperlukan tidak disiapkan. Nama barang saja sering belum cukup.
Data untuk menentukan klasifikasi
- Nama barang
- Fungsi utama
- Bahan/material
- Cara penggunaan
- Komposisi bila relevan
- Foto, katalog atau datasheet
HS Code Indonesia dan negara tujuan
Enam digit dasar digunakan secara internasional, tetapi tarif dan digit tambahan dapat berbeda. Kode untuk kebutuhan Indonesia belum tentu cukup untuk menentukan seluruh kewajiban impor di negara tujuan.
HS Code bukan satu-satunya aturan
Setelah klasifikasi diketahui, masih perlu dicek apakah negara tujuan memiliki permit, registration, biosecurity, food regulation atau aturan khusus lainnya.
FAQ
Apakah bisa mencari HS Code dari nama barang saja?
Bisa menjadi titik awal, tetapi klasifikasi dapat bergantung pada fungsi, material dan komposisi.
Apakah salah HS Code bisa membuat barang tertahan?
Bisa, terutama bila klasifikasi mempengaruhi tarif, izin atau pembatasan.
Apakah HS Code sama di semua negara?
Enam digit dasar harmonis secara internasional, tetapi digit lanjutan dan aturan lokal dapat berbeda.