Nama “sparepart” terlalu umum. Brake pad baru, shock absorber, engine part bekas, fuel pump dan hybrid battery memiliki risiko dan aturan transportasi yang berbeda.
Baru dan bekas tidak selalu diperlakukan sama
Used parts dapat membawa oil, grease, soil atau contamination. Negara dengan biosecurity ketat dapat memberi perhatian lebih pada barang bekas yang kotor.
Residual fuel atau oil dapat mengubah acceptance
Part yang pernah berisi fuel, lubricant atau chemical perlu dikeringkan/ditangani sesuai carrier requirements. Jangan menganggap “sudah kosong” tanpa pengecekan.
Battery dan airbag adalah kategori khusus
EV/hybrid battery, lithium battery dan airbag inflator dapat masuk Dangerous Goods. Ini bukan general sparepart dan membutuhkan classification khusus.
Ukuran menentukan moda
Part kecil dapat cocok courier; gearbox, bumper, axle atau mesin dapat lebih sesuai Air Cargo, LCL atau cargo lain berdasarkan berat/dimensi dan urgency.
FAQ
Apakah sparepart bekas bisa dikirim?
Tergantung jenis part, kebersihan, residual fluid dan destination rules.
Apakah engine bisa dikirim lewat udara?
Dapat memerlukan prosedur khusus terkait fuel/oil residue dan airline acceptance.
Apakah EV battery sama dengan aki biasa?
Tidak. Chemistry dan DG classification berbeda; perlu spesifikasi battery.