1. Nama barang yang sebenarnya
Jangan mulai dengan “general cargo”. Tulis nama produk, material, function, brand/model dan ingredient bila relevan.
2. Kondisi dan tujuan penggunaan
New/used, personal/commercial, gift/sample, sale, repair atau temporary use dapat mengubah proses.
3. Berat dan dimensi final
Gunakan gross weight dan ukuran setelah packing. Ini menentukan chargeable weight dan service.
4. Nilai dan bukti transaksi
Declared value harus dapat dipertanggungjawabkan. Gift dan sample pun tetap membutuhkan value untuk customs.
5. HS Code dan country of origin
Keduanya membantu menentukan duty, tax, lartas dan preferential treatment.
6. Aturan commodity
Food, cosmetic, medicine, plant, animal product, battery, chemical dan wildlife product memiliki regulator tambahan.
7. Data consignee/importer
Nama, alamat, postcode, telepon, email, tax/customs ID serta importer capability harus siap.
8. Duty & tax arrangement
Tentukan DAP/DDP atau billing arrangement lain. Jangan membuat penerima kaget saat carrier meminta pembayaran.
9. Packing dan special handling
Cek fragile, liquid, DG, pallet/crate, non-stackable, oversize dan kebutuhan forklift.
10. Pilih service setelah data lengkap
Courier cocok untuk parcel standar; Air Cargo untuk shipment lebih besar/time-sensitive/special handling; LCL/FCL untuk volume laut; trucking untuk kebutuhan darat. Bandingkan total solusi, bukan tarif per kg saja.
Bagaimana UKURIR membantu
UKURIR membantu membandingkan pilihan sekaligus menentukan service berdasarkan commodity, berat/dimensi, tujuan dan regulasi. Untuk regulated goods, acceptance tetap harus diverifikasi sebelum booking.
FAQ
Apa data minimum untuk minta quotation?
Origin/destination postcode, commodity, berat, dimensi, jumlah piece dan target waktu.
Apakah carrier acceptance menjamin customs clearance?
Tidak.
Kapan harus cek regulasi?
Sebelum barang diberangkatkan, bukan setelah hold di tujuan.