Shipment sudah terbang ke luar negeri, tetapi beberapa hari kemudian status berubah menjadi return to shipper. Selain kehilangan waktu, biaya return internasional juga dapat menjadi beban besar.
1. Penerima tidak menyelesaikan clearance
Carrier menghubungi consignee untuk KYC, PCCC, EZ WAY, permit, invoice confirmation atau pembayaran duty/tax, tetapi tidak mendapat respons sampai batas waktu.
2. Barang tidak memenuhi aturan impor
Barang ternyata restricted, membutuhkan izin yang tidak tersedia, atau dilarang masuk. Dalam kondisi tertentu customs/carrier dapat menentukan return, abandonment atau disposal sesuai aturan.
3. Deskripsi atau dokumen tidak bisa diselesaikan
Invoice tidak memadai, nilai tidak dapat dibuktikan, atau informasi barang terlalu berbeda dengan isi shipment.
4. Penerima menolak biaya impor
Consignee mengira ongkir sudah termasuk semua duty/tax, lalu menolak membayar biaya customs. Karena itu pembagian biaya harus jelas sebelum barang berangkat.
5. Alamat atau penerima bermasalah
Alamat tidak lengkap, penerima tidak dapat ditemukan atau data consignee tidak sesuai dapat membuat delivery gagal setelah clearance.
Cara mengurangi risiko return
- Cek aturan barang sebelum kirim.
- Pastikan consignee siap melakukan clearance.
- Jelaskan duty/tax sebelum booking.
- Gunakan deskripsi dan nilai yang benar.
- Pastikan email dan nomor telepon penerima aktif.
- Untuk negara dengan PCCC/EZ WAY/KYC, siapkan penerima sebelum shipment tiba.
Return bukan sekadar membalik perjalanan barang. Shipment dapat terkena biaya return freight, storage, handling, duty/tax tertentu atau bahkan tidak dapat dikembalikan jika regulasi tidak mengizinkan.
UKURIR membantu mengurangi risiko dari awal dengan melihat commodity, tujuan dan kebutuhan clearance sebelum memilih service.
FAQ
Apakah paket yang ditolak customs selalu dikembalikan?
Tidak. Outcome dapat berupa return, abandonment, disposal atau tindakan lain tergantung aturan dan instruksi.
Siapa membayar biaya return?
Mengikuti terms carrier dan penyebab return; pengirim perlu memahami potensi biaya sebelum shipment.
Bagaimana mencegah return?
Pengecekan commodity, dokumen, consignee dan aturan negara tujuan sebelum keberangkatan adalah langkah paling penting.